Jumat, 06 Juni 2014

SSH

✔ Apa SSH itu ??
SSH (secure shell) Merupakan protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman, tersembunyi dan terisolasi dari jaringan publik dan meloncati firewall.

✔ Kenapa Pake SSH??
Karena dari akun ssh kita bisa menembus BUGS/Celah kecil yg kita manfaatkan tuk meloncati firewall OP (Operator Selular) yg banyak di manfaatkan phreaker tuk berinternetan gratis. karena dengan ssh bisa unlimited full speed (tergantung lokasi)

✔ Apa itu Phreaker ??
Phreaker merupakan orang yg suka ngoprek/ngotak atik sistem telekomunikasi tuk menembus network Operator Telekomunikasi dari bugs / celah yg mereka cari.

CONTOH PENELITIAN KUALITATIF



BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
            Zaman modern dapat dikatakan zaman yang parah untuk manusia dalam bernafas karena banyak terdapat pabrik, kendaraan bermotor, dan lain-lain yang menyebabkan udara menjadi tercemar.Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia.Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran.Rusaknya atau semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut.Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder.Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.Maka itu, pencemaran udara harus diperhatikan dengan teliti karenanya saya membuat penulisan ini.
I.2 Rumusan Masalah
            Semakin ke depan, pencemaran udara terasa begitu buruk, karena dinilai pemerintah kita tidak dapat menangani pencemaran udara secara efektif dan efektivitas dengan baik, terlalu banyaknya udara kotor yang merajalela sehingga semakin bertambahnya para manusia yang berpenyakitan yang disebabkan udara itu. Oleh sebab itu kita harus mengetahui tentang apa itu pencemaran udara dan apa pentingnya kita bisa menangani pencemaran udara sehingga prospek kedepan suatu Negara dalam lingkungan udara bagi manusia bagaimana.
I.3 Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan penulisan selain sebagai pemenuhan tugas dari mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif, juga agar bisa mengetahui dan memahami tentang proses bagaimana kita bisa menganalisa tentang kejadian alam yang jarang terjadi atau sering terjadi dalam kehidupan kita ini.
I.4 Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan karya tulis ini adalah kita dapat mengetahui lebih dalam tentang masalah pencemaran lingkungan beserta dampak yang ditimbulkannya dan kita dapat mengetahui bahwa sebagian besar pencemaran lingkungan disebabkan oleh ulah manusia sendiri.












BAB II
Landasan Teori
Menurut UU No. 32 tahun 2009, pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalamlingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.
Menurut Salim yang dikutip oleh Utami (2005) pencemaran udara diartikan sebagai keadaan atmosfir, dimana satu atau lebih bahan-bahan polusi yang jumlah dan konsentrasinya dapat membahayakan kesehatan mahluk hidup, merusak properti, mengurangi kenyamanan di udara.Berdasarkan definisi ini maka segala bahan padat, gas dan cair yang ada di udara yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman disebut polutan udara.
Jadi, Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.
Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam rumah, di ruang-ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai
pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi dilingkungan rumah, perkotaan, bahkan regional maka disebut sebagai pencemaran di luar
ruang (outdoor pollution).
Umumnya, polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebutberasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan olehmesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan asaptersebut merupakan hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu: CO2 (karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogen oksida).
            Sebelum kita membahas tentang dampaknya terlebih dahulu kita membahas tentang sumbernya.Yaitu sumber alamiah atau sumber yang terjadi dikarenakan alam itu sendiri dikarenakan sudah kadarluasa atau sudah tua atau juga sudah tidak betah lagi hidup berlama-lama ditempat yang lama. Udara dapat tercemar akibat kejadia-kejadian alam yang kadang-kadang tidak diduga-duga sebelumnya, seperti :
-letusan gunung berapi
-keluarnya zat beracun karena gempa bumi
            Sumber perbuatan manusia yaitu banyak kegiatan dapat merubah lingkungan hidup dan disebabkan oleh perkembangan budaya yang besar dalam penggunaan ilmu dan teknologi serta diiringioleh pola konsumsi yang berlebihan, Misalnya:
·        Kegiatan lalu lintas
·        Pembakaran sampah
·        Pembakaran hutan
·        Kegiatan industry
·        Kegitan rumah tangga
Sejumlah senyawa polutan yang dapat menghancurkan ozon sehingga jumlahnya berkurang adalah senyawa yang mengandung unsur klorin (Cl) dan bromin (Br). Contohnya adalah klorofluorokarbon (CFC), yang berasal terutama dari aerosol, lemari pendingin dan pendingin udara (AC). Contoh senyawa lain adalah metil bromida yang dapat ditemukan dalam pestisida dan metil kloroform serta karbon tetraklorida yang banyak digunakan sebagai pelarut di industri.Penipisan lapisan ozon menyebabkan sebagian besar radiasi sinar UV terpancar ke permukaan bumi.  Sinar UV memiliki dampak yang buruk terhadap makhluk hidup, diantaranya menimbulkan mutasi, kanker kulit, penyakit pada tumbuhan, dan pada akhirnya menurunkan populasi makhluk hidup.  Penelitian menunjukkan bahwa penuruna populasi fitoplankton dan ikan-ikan di perairan antartika berhubungan langsung dengan penipisan ozon tersebut.
Analisis tentang dampak polusi asap di pekanbaru,Riau
Asap adalah suspensi partikel kecil di udara (aerosol) yang berasal dari pembakaran tak sempurna dari suatu bahan bakar. Asap umumnya merupakan produk samping yang tak diinginkan dari api (termasuk kompor dan lampu) serta pendiangan, tapi dapat juga digunakan untuk pembasmian hama (fumigasi), komunikasi (sinyal asap), pertahanan (layar asap, smoke-screen) atau penghirupan tembakau atau obat bius. Asap kadang digunakan sebagai agen pemberi rasa (flavoring agent) dan pengawet untuk berbagai bahan makanan.
Keracunan asap adalah penyebab utama kematian korban kebakaran di dalam ruangan. Asap ini membunuh dengan kombinasi kerusakan termal, keracunan, dan iritasi paru-paruyang disebabkan oleh karbon monoksida, hidrogen sianida, dan produk pembakaran lainnya.
Partikel asap terutama terdiri dari aerosol (atau kabut) partikel padat atau butiran cairan yang mendekati ukuran ideal untuk penyebaran Miecahaya tampak.
Kandungan yang terdapat dalam asap diantaranya sejumlah senyawa yang sangat berbahaya, seperti .Timbal (Pb), CO (karbon monoksida), Karbon monoksida ialah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna serta lebih mudah bercantum dengan hemoglobin darah berbanding oksigen. Keadaan ini tentu akan menjejaskan keupayaan darah untuk membekalkan oksigen kepada tisu-tisu tubuh. Bagi menampung kekurangan ini, jantung dan paru-paru terpaksa bekerja dengan lebih kuat lagi. Karbon monoksida juga merosakkan dinding arteri dan dengan itu, mendorong berlakunya penyakit jantung dan masih banyak lagi zat lain yang berbahaya.Dengan begitu, tidak dipungkiri mungkin para makhluk hidup akan kekurangan oksigen dan akan muncul kemungkinan yang paling menakutkan.
Seperti contoh di pekanbaru,riau, polusi asap yang dikarenakan oleh terlalu banyak kendaraan bermotor dan kebakaran hutan yang terjadi hari-hari yang lalu.Selain mengganggu jalannya berbagai macam aktivitas juga timbulnya penyakit infeksi saluran pernafasan akut bagi masyarakat serta mengakibatkan terancamnya habitat asli Macan Sumatera dan Gajah karena kebakaran hutan juga membakar habitat mereka.Dan juga timbulnya persoalan internasional asap dari kebakaran hutan di Riau yang menimbulkan kerugian materiil dan imateriil di negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.Kabut asap di Riau memang menyebabkan keadaan lingkungan yang buruk, selain kesehatan masyarakat terganggu akibat polui asap tebal, 32 penerbangan di Bandara Sumatra dibatalkan sehingga menyebabkan kerugian besar terhadap perusahaan maskapai. Masalah kebakaran hutan sering terjadi di Indonesia.Dilihat dari segi ekonomi akibat tebalnya kabut asap di Riau menyebabkan para wisatawan yang sedang berlibur merasa terganggu. Hal ini dapat mengurangi devisa negara terhadap Indonesia karena para turis-turis merasa terganggu akibat adanya bencana yang menimpa negara tercinta ini. 
Penyebab dari masalah kebakaran hutan di Riau adalah karena kesalahan sistemik dalam pengelolaan hutan secara nasional. Dalam hal ini, ada pengusaha perkebunan sawit yang lebih memilih metode land clearing dengan cara membakar daripada metode lain, pekerja-pekerja pembuka lahan yang berasal dari masyarakat setempat. Pemerintah memberikan hak penguasaan hutan (HPH) kepada pengusaha-pengusaha perkebunan sawit.Tidak terlaksananya mekanisme pembukaan lahan yang seharusnya inilah yang menjadi inti permasalahan. Ketidaktersediaan teknologi yang memadai membuat metode land clearingdengan cara membakar dinilai efisien. Dampak yang ditimbulkan dari penerapan metode ini terhadap lingkungan tidak sebanding dengan hasilnya..Maka itu, ini bukan karena ketidaksengajaan, melainkan akibat ulah manusia itu sendiri.Kesadaran terhadap lingkungan yang dimiliki masyarakat tentang pentingnya pemeliharaan lingkungan masih kurang diterapkan.Memikirkan kepentingan individu untuk menguasai lahan tersebut merupakan salah satu utama mengapa oknum-oknum tertentu dengan sengaja membakar hutan di Riau.sekitar 90 persen kebakaran hutan disebabkan oleh kesengajaan atau ulang manusia, ditambah dengan cuaca yang ekstrim menyebabkan api dengan cepat menyebar di lahan tersebut.Faktor ekonomi menjadi latar belakang kenapa hal ini lazim dilakukan di Riau.
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
III.1 Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana penelitian ini menggunakan data deskripstif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Bogdan dan Taylor, 1975:5). Penelitian kualitatif daris sisi definisi lainnya dikemukankan bahwa hal itu merupakan penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku individu atau sekelompok orang.
Dari definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tipe eksplorasi dan menggunakan metode analisis penerimaan atau reception analysis yang bertujuan untuk mengetahui resepsi khalayak para pejalan kaki dan para orang yang naik motor terhadap pencemaran udara. Dalam analisis penerimaannya perlu diperhatikan bahwa dampak pencemaran udara dalam kesehatan tubuh manusia.Reception analysis meliputi persepsi, pemikiran, preferensi dan interprestasi. Persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Pemikiran didefinisikan sebagai perbuatan individu dalam menimbang-nimbang, menguaraikan, menghubung-hubungkan sampai akhirnya mengambil keputusan. 



III.2 Setting Penelitian

                  Penelitian ini dilakukan pada pejalan kaki dan orang yang naik motor di pekanbaru yang menjadi penghirup udara yang tercemar. Ada beberapa alsan dipilihnya lokasi tersebut adalah karena peneliti bertempat tinggal daerah tersebut dan juga karena tempat tersebut banyak terdapa pencemaran udara.
III.3 Populasi dan Teknik Pemilihan Informan/Narasumber
Dalam penelitian kali ini yang menjadi populasi adalah seluruh pejalan kaki dan orang yang naik motor. Namun, tidak semua populasi akan dijadikan sampel untuk menggali data. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut dilakukan, diantaranya:
1. metode pengambilan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampel (sampel bersyarat) yang mana informan tersebut kita tentukan yang disesuaikan dengan tema penlitian.
2. tentunya penelitian ini mengkhususkan pada beberapa karakteristik informan/narasumbernya yakni individu yang tercatat sebagai orang yang terkena dampak pencemaran udara.
3. jumlah dari informan juga dibatasi sebanya 10 orang. Hal ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh beberapa tokoh penelitian komunikasi bahwa informan dalam sebuah penelitian berjenis kualitatif adalah 10 sampai 15 orang saja.


III.4 Teknik Analisis Data

Pada dasarnya analisis data merupakan penyusunan data sesuai dengan tema dan kategori untuk mendapatkan jawaban atas perumusan masalah. Oleh karena itu, data yang dihasilkan haruslah seactual dan sedalam mungkin, jika dimungkinkan menggali data sebanyak-banyaknya untuk mempertajam dalam proses penganalisisan. Hal tersebut merupakan ciri khas dari penelitian kualitatif bahwa realita dan data sebagai fakta di lapangan tidaklah stagnan, akan tetapi dinamis sesuai dengan perkembangan di lapangan.





BAB IV
Kesimpulan Dan Saran
IV.1 Kesimpulan
Dalam kehidupannya, manusia setiap hari melakukan pernapasan untuk dapat melangsungkan kehidupannya. Didalam bernafas manusia melakukan dua siklus sekaligus yaitu: pengeluaran / penghembusan udara dengan mengeluarkan CO2 dan pemasukan / menghirup udara (O2). Siklus tersebut terjadi terus menerus selama manusia hidup.Dialam bebas, diketahui penghasil O2 adalah tumbuhan hijau yang melakukan fotosintetis.
            Jika siklus pernafasan manusia maka penyebabnya adalah pencemaran udara.Pencemaran udara disebabkan factor alamiah, serta juga kebanyakan disebabkan oleh factor manusia seperti kendaraan bermotor, pabrik industry, atau kebakaran hutan gara-gara terkena punting rokok dan lain-lainnya.
            Dampak pencemaran udara selain membahayakan lingkungan sekitar yang terkena pencemaran, juga dapat membhayakan manusia.
IV.2 Saran
            Oleh karena itu, dalam masalah yang terjadi akibat pencemaran udara diharapkan masyarakat memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pemeliharaan lingkungan khususnya hutan di Indonesia yang menjadi paru-paru bumi, tanpa hutan banyak bencana yang akan terjadi seperti banjir dan makhluk hidup penghuni hutan juga punah karena tidak memiliki tempat tinggal. Dan juga pemerintahan juga ikut membantu dalam proses pengamanan lingkungan dengan secara efektif dan efisien. 

           
Daftar Pustaka
v http://www.dakwatuna.com/2014/03/13/47705/kabut-asap-bencana-atau-ujian/#axzz2xsU9RlGl